[ Kamis, 24 Desember 2009 ]
Ya, Dahlan memang suka mengenakan sepatu kets karena pertama, nyantai. Kedua, enak dipakai jalan kaki. Karena sekarang jadi pejabat pemerintah, kebiasaan casualnya itu juga terpaksa ikut berubah.
Terakhir, Dahlan sangat demen dengan sepatu merek New Balance seri 992 yang ke mana pun dia pergi selalu dipakai. Sepatu merek dan seri itu memang di kalangan sneaker dikenal punya kenyamanan tinggi hingga Dahlan menyukainya
Sebab, pria yang berhasil mengembangkan Jawa Pos beranak-pinak menjadi 151 penerbitan dari Sabang sampai Merauke itu memang hobi berjalan kaki. ''Saya dipesenin khusus oleh menteri, gak boleh pakai sepatu kets,'' ujar Dahlan disambut gelak tawa wartawan dan koleganya sesaat sebelum dilantik menjadi direktur utama (Dirut) PT PLN di Kantor PLN kemarin. Maklum, hal itu menjadi kebiasaan Dahlan sejak menjadi wartawan dan berburu berita puluhan tahun lalu.
Kesibukan Dahlan memang padat, kemarin. Wawancara eksklusif sudah dilakukan dengan wartawan koran Jurnal Nasional pada pagi, dilanjutkan wawancara eksklusif dengan kru SCTV pada pukul 10.00 WIB. Setelah itu, Dahlan makan siang dengan beberapa pengusaha dari Jawa Timur.
Setelah itu, istrinya, Nafsiah Dahlan, harus menyiapkan baju yang akan dikenakan Dahlan dalam pelantikan. Pria bercucu lima itu mengabulkan permintaan Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar untuk memakai pakaian resmi. Setelah beristirahat kurang dari satu jam, sekitar pukul 14.00 WIB, Dahlan dan istri harus berangkat menuju ke Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, untuk mengikuti acara pelantikan.
Ada yang menarik ketika Dahlan keluar dari apartemen. Entah karena tergesa-gesa atau kebiasaan, pria yang lahir pada 17 Agustus itu memakai sepatu kets meskipun atasan jas dan peci. Rekanrekannya yang mengetahui hal itu segera menegur Dahlan. Namun, karena telanjur berada di lobi, Dahlan tidak bersedia berganti sepatu. ''Ganti di mobil sajalah,'' ucapnya.
Di ruang khusus PLN, Dahlan kembali digojlok menteri negara BUMN tentang sepatu dan jasnya. ''Waduh, sekarang sudah bisa pakai jas dan sepatu,'' gurau Mustafa yang disambut tawa undangan. Dahlan mengatakan, sehari sebelum pelantikan dirinya secara khusus dipanggil menteri Negara BUMN. Selain memberitahukan soal acara pelantikan itu, Mustafa memesan sesuatu. ''Pokoknya besok jangan pakai sepatu kets,'' tegasnya.
Setelah pelantikan, Dahlan mendapat ucapan selamat dari para tamu undangan dan karyawan PLN. Mengetahui antrean terlalu panjang, ketika baru seperempat antrean yang bersalaman, Dahlan memutuskan bergerak menyusuri barisan dan menyalami mereka hingga akhir barisan.
Saat acara konferensi pers setelah pelantikan, Must afa mengatakan bahwa faktor keberhasilan PLN tidak hanya dari segi teknik, tetapi juga kepemimpinannya. ''Kita bersyukur, dari kalangan wartawan ada yang menjadi Dirut PLN. Seharusnya Anda semua bangga. Kalau di zaman Pak Harto ada wartawan menjadi menteri penerangan, itu masih satu garis. Tapi, sekarang dari wartawan bisa tangani listrik, bukankan Anda semua bangga?'' tanya Mustafa, disambut teriakan hidup wartawan beberapa kali. (wir/iro)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar