[ Jum'at, 25 Desember 2009 ]
JAKARTA - Terpilihnya Dahlan Iskan sebagai Dirut PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menuai respons positif dari kalangan pelaku usaha. Chairman/CEO Jawa Pos itu dinilai bisa mewakili aspirasi dunia usaha yang selama ini hanya menjadi korban kebijakan PLN.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi mengaku sangat berharap masuknya Dahlan ke manajemen PLN bisa mereformasi BUMN kelistrikan itu. Sebab, sejak zaman Presiden Soeharto, PLN hanya menjadi ladang mencari untung sebagian oknum. ''Itu terjadi sejak dulu. Semua orang tahu PLN itu tempatnya korupsi," ujarnya.
Dia berharap Dahlan dan direktur-direkturnya mempunyai terobosan dan taktik tersendiri untuk membenahi manajemen PLN yang sudah bobrok dari dulu. Dengan begitu, PLN bisa menjadi perusahaan yang sehat dan efisien. ''Hanya, saya takut kesehatan Dahlan bisa terganggu akibat bekerja terlalu keras. Kita semua tahu dia pernah sakit keras (ganti hati) kan,'' kata dia.
Karena itu, sebagai pemimpin pengusaha Indonesia pihaknya berharap pria bercucu lima itu diberi kesehatan untuk memimpin PLN dengan baik. Apalagi, Dahlan mempunyai pengalaman di bidang kelistrikan karena dia bergelut langsung dengan pembangkit listrik yang dimilikinya di Kalimantan Timur.
Menurut dia, selama ini pelaku usaha hanya menjadi korban kebijakan PLN yang tidak kondusif. ''Kalau Pak Dahlan nggak bisa mengatasi, siapa lagi. Jadi, kita sangat berharap Pak Dahlan bisa mereformasi PLN,'' ujarnya.
Sebelum menjadi Dirut PLN, aku Sofyan, Dahlan bercerita bahwa sangat susah berhubungan dengan manajemen PLN. Karena itu, Sofyan menilai mantan wartawan yang berhasil membesarkan Jawa Pos dengan 151 grup medianya itu mengetahui apa saja yang harus diperbaiki dari PLN. ''Kita itu pengusaha kan juga pengen berpartisipasi membangun pembangkit untuk meringankan beban negara,'' tegasnya.
Dia menyesalkan demonstrasi yang dilakukan beberapa karyawan internal melalui serikat pekerja (SP). Menurut dia, hal itu hanya bentuk politisasi untuk melemahkan orang luar yang ingin mereformasi PLN. ''Saya yakin Pak Dahlan itu tidak ingin mencari uang di PLN. Buat apa wong dia sudah kaya raya kok. Ini misi suci dari Pak Dahlan untuk dunia usaha. Jadi, kita sangat mendukung masuknya Pak Dahlan sebagai Dirut PLN,'' ungkapnya.
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa menilai keberhasilan Indonesia dalam menghadapi Tiongkok dalam rangka ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA) bergantung pada keberhasilan Dahlan Iskan sebagai Dirut PLN dalam menyediakan listrik di tanah air. ''Tantangan Pak Dahlan semakin berat karena Indonesia akan memasuki AC-FTA pada awal 2010," ujarnya.
Menurut dia, berhasil tidaknya Indonesia menghadapi Tiongkok dalam era perdagangan bebas itu sangat bergantung pada ketersediaan listrik. Karena itu, Erwin berharap kehadiran Dahlan sebagai pucuk pimpinan BUMN listrik harus mampu membantu percepatan akselerasi pembangunan ekonomi nasional melalui ketersediaan energi yang berkelanjutan (sustainable) dan murah. ''Tiongkok tidak punya masalah dengan listrik, bagaimana dengan kita?" ungkap Erwin.
Dia memaparkan, output dan indikator keberhasilan manajemen baru PLN ke depan tak hanya harus mampu mencegah pemadaman listrik di semua wilayah RI. Lebih dari itu, PLN harus mempercepat elektrifikasi serta mampu mendorong percepatan akselerasi pembangunan ekonomi nasional. Berkaitan dengan itu, pasokan listrik merupakan hal yang utama. ''Membangun tanpa energi itu mustahil. Jadi, PLN harus bisa mendorong akselerasi pembangunan," tegasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar